BIDAR RACE WUJUD PELESTARIAN TRADISI





www.wartaborneo.com-Sintang||Festival Bidar Race Kesultanan Sintang Tahun 2019 di kawasan Taman Bungur Sintang berlangsung pada Sabtu (6/4/19) pagi. Lomba Sampan Bidar ini diikuti oleh 88 peserta dari empat kabupaten yakni, Sintang 32 klub, Melawi 1 klub, Sekadau 52 klub dan Sanggau 1 klub. Sistem lombanya terdiri dari 24 race untuk babak penyisihan, dalam satu race itu terdiri dari 4 team sampan dengan 8 pendayung utama dan 2 cadangan.

Ketua Panitia kegiatan Musliadi mengatakan kegiatan Festival Bidar Race Kesultanan Sintang ini digelar sebagai upaya untuk menimbulkan semangat masyarakat untuk melestarikan olahraga tradisional Sampan Bidar di Kabupaten Sintang, sehingga tidak hilang kedepannya. Selain itu juga kegiatan ini merupakan keinginan Sultan Sintang untuk mengangkat budaya daerah sehingga ke depan lebih maju dan berkembang bahkan bisa menjadi kalender nasional serta go internasional.


Turut hadir saat pembukaan festival ini Dandim 1205/Sintang, Sultan Sintang, Kepala Bappenda Kabupaten Sintang, Ketua Koni Kabupaten Sintang dan tamu undangan lainnya. Festival ini dibuka oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang Drs. Hatta, M.Si yang mewakili Wakil Bupati Sintang.


Dalam kesempatan tersebut Kadis Perhubungan Kabupaten Sintang Hatta mewakili Wakil Bupati Sintang mengatakan Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan Festival Bidar Race Kesultanan Sintang ini, karena merupakan wujud pelestarian tradisi peradaban masyarakat Sintang yang sejak dahulu sudah menggunakan sampan dalam berbagai kegiatan, dan juga sebagai wujud untuk membuat masyarakat Sintang yang sehat sesuai dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Selain itu juga dikatakan Hatta bahwa kegiatan olahraga seperti ini merupakan wadah untuk mempererat persatuan dan kesatuan, karena di dalam olahraga itu kita tidak memandang suku atau  golongan melainkan kekompakan dan prestasi. Untuk itulah kegiatan ini diharapkan dapat memasyarakatkan olahraga sampan tradisonal dan menjaring bibit-bibit atlet  berbakat serta memberikan hiburan rakyat.

“ Kita memang tidak lagi secara total menggunakan transportasi air, tetapi dengan mengubahnya menjadi event perlombaan, berarti kita ikut berperan aktif melestarikan budaya lokal. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan serta kekompakan demi memajukan Sintang khususnya dan daerah lain umumnya. Kiranya juga peserta selalu bersemangat baik pada saat mengikuti kegiatan ini maupun kegiatan lainnya ke depan. Saya juga berharap adanya pembinaan terhadap para atlet sampan bidar agar kegiatan menyampan dapat terus digemari oleh pemuda sintang ”, demikian ujar Hatta.

Musliadi menambahkan para pemenang nanti akan mendapatkan uang pembinaan yang sudah disiapkan yakni untuk Juara 1 mendapatkan uang pembinaan Rp 10 juta dan 10 karung beras, Juara 2 mendapatkan uang pembinaan Rp 8 juta dan 10 karung beras, Juara 3 mendapatkan uang pembinaan Rp 6 juta dan 10 karung beras serta untuk Juara 4 mendapatkan uang pembinaan Rp 4 juta dan 10 karung beras.

“ Untuk hari ini babak penyisihannya dan final besok ya hari Minggu sekaligus penyerahan hadian bagi para pemenangnya ”, pungkas Musliadi, Ketua Panitia.

Sementara itu Sultan Sintang, Pangeran Ratu Sri Negara HRM Ikhsan Perdana mengatakan selain sebagai upaya untuk menjaring bibit-bibit atlet sampan bidar yang nantinya bisa ikut dalam event-event besar sampan bidar, kegiatan ini juga sebagai upaya mempertahankan tradisi yang sudah sejak lama ada karena hampir semua Kerajaan/Kesultanan di Kalbar ini menjadikan sampan bidar sebagi sebuah tradisi yang diperlombakan, salah satunya Kesultanan Sintang ini. Selain lomba Festival Sampan Bidar, yang perlu juga dikembangkan dan dilestarikan kata Sultan adalah adanya Lomba Perahu Kemudi Sorong.

“ Selain itu juga lomba ini sebagai bentuk pengembangan wisata air sungai, sehingga perlu terus dikembangkan dan direncanakan dengan matang sehingga akan menjadi kalender event wisata sungai. Lomba perahu kemudi sorong juga sudah tidak lagi diadakan sejak 2011 lalu, sehingga ini bisa jadi perhatian pemerintah dan nanti bisa jadi dipertimbangkan untuk kembali diadakan lombanya “, tambah Sultan. ( Rz )



Subscribe to receive free email updates: