2,3 Juta Pelajar & Mahasiswa Pernah Konsumsi Narkoba, Dewan Prihatin

 www.wartaborneo.com - SINTANG : Anggota DPRD Sintang, Jeffray Edward sangat prihatin dengan hasil survey dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan 2,3 juta pelajar atau mahasiswa di Indonesia pernah mengonsumsi narkotika. Angka itu setara dengan 3,2 persen dari populasi kelompok tersebut.

Keprihatinan tersebut dinyatakannya dengan mendukung sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya, yang dilaksanakan pada Kamis (17/10/2019).

"Angka ini menjadi peringatan bahwa upaya penanganan permasalahan narkoba tidak hanya dapat dilakukan secara masif saja tapi juga harus lebih agresif lagi khususnya bagi generasi yang terlahir pada era milenium," ucap

Menurutnya konsumsi narkoba di kalangan pelajar ini sebagai persoalan serius. Selain itu menciptakan kondisi pelajar terbebas sempurna dari narkoba bukan perkara gampang.

"Membangun milenial yang terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba tentu bukanlah pekerjaan yang mudah," imbuhnya.

Jeffray menyebut ada tiga pihak yang jadi perhatian dalam mencegah penyebaran konsumsi narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa, yakni lingkungan keluarga, lingkungan tempat belajar, dan lingkungan masyarakat.

"Ketiganya sangat penting, harus bersatu padu dan kuat," ujarnya.

Jeffray sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang dengan melakukan sosialisasi Perda Nomor 4 tahun 2019 tentang pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan zat adiktif lainnya.

"Pencegahan  penyalahgunaan dan penangulangan  peredaran gelap narkoba(P4GN)  di kabupaten Sintang  merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani  secara dini  dan serius. Juga secara sinergi  oleh semua pihak, dengan melibatkan seluruh potensi  yang ada baik Pemerintah , masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat luas," kata Politisi PDI Perjuangan. (phs)


Subscribe to receive free email updates: