Pemkab Sintang Mengambil Langkah Dalam Membatasi Penyebaran COVID- 19


www.wartaborneo.com -Sintang: Pemerintah Kabupaten Sintang akan mengambil beberapa kebijakan terkait pemutusan penyebaran COVID- 19 yang kian kejadiannya semangkin luar biasa. Di sampaikan Bupati Sintang Jarot Winarno, pada saat memimpin Press Release Penanganan COVID- 19 di kabupaten sintang, bersama Awak Media di Pendopo Bupati Sintang senin, (30/3/20).


Bupati Sintang mengatakan, Dengan ditetapkannya Kabupaten Sintang sebagai status kejadian luar biasa, maka Pemerintah Daerah akan mengambil langkah-langkah sebagai berikut, Ujar Jarot.

Melakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat terhadap arus orang dan barang dari dan ke Kabupaten Sintang dengan mendirikan posko dibeberapa titik masuk. Menghimbau kepada seluruh masyarat untuk mematuhi aturan seperti yang telah tertulis di bawah ini.

"Melakukan jaga jarak tisik (physical distancing) 1- 2 meter, membatasi mobilitas masyarakat dengan cara belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah, tidak membuat cluster kerumunan baru seperti acara pernikahan, selamatan, event sosial, dan lain sebagainya, meminta masyarakat untuk menghindari tempat-tempat keramaian baik di pasar, warung kopi/kafe, tempat hiburan, taman, rumah makan, dan sebagainya, menjaga kerumunan masyarakat dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (cuci tangan pakai sabun, mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang dan minum air putih yang cukup), menggunakan masker untuk orang yang punya keluhan seperti batuk, pilek dan flu serta bagi yang memiliki resiko tinggi karena berada di tempat-tempat keramaian seperti pedangang, bunuh harian, dan Iain sebagainya, bagi kelompok yang memiliki resiko tinggi seperti lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit kronis, agar menghindarl kontak fisik dengan orang lain yang berpotensl menyebarkan COVID 19, meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak melakukan penimbunan bahan-bahan makanan pokok", Tegas Jarot.

Jarot juga menyampaikan, akan Memberikan intensif kepada pelaku UMKM berupa keringanan pembayaran sewa lapak, kios dan ruko sebesar 50% selama 3 bulan kepada pedagang di pasar-pasar Pemda. Dan memberikan keringanan pajak dan retribusi daerah bagi semua pelaku usaha. Serta melukukan program-program jaringan pengaman sosial (Social Safety Net) di semua OPD terkait. Memberikan bantuan beras sebesar 10 kg sebagai tahap pertama untuk 57.872 KK miskin yang berasal dari bansos Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Bupati Sintang menyalurkan bantuan beras 100 ton khusus bagi keluarga yang berpotensi terkena dampak COVlD-19, pungkasnya.

Hal ini, Guna antisipasi dampak negatif bagi perkembangan ekonomi daerah, akan mempercepat belanja kegiatan pemerintahan daerah yang bersumber dari DAU dan dana desa. Khusus penggunaan dana DAK tahun 2020 sebesar 208,5 Mllyar berdasarkan surat Kementerian Keuangan RI nomor S-126/PK/2020 tentang Penghentian Proses Pengadaan Barang/Jasa DAK tahun Anggaran 2020 dilakukan perubahan. Dana DAK Kabupaten Sintang sebesar 64 Milyar akan dihentikan atau tidak dilaksanakan, sedangkan dana sebesar 144,5 Milyar (DAK Pendidikan dan Kesehatan) akan tetap dilaksanakan. Dana DAK yang tidak dilaksanakan dan pemanfaatan DAU sebesar 186,2 M diharapkan akan menjadi pemompa ekonomi masyarakat dalam suasana penularan COVlD-19, kata Jarot.

"Kita juga akan melakukan realokasi anggaran dalam APBD 2020 yang diperuntukan penanganan COVlD-19. 
Realokasi tersebut merupakan hasil pemangkasan anggaran perjalanan dinas dan diklat ASN disetiap OPD Kabupaten Sintang. Dana sebesar Rp. 5,6 Milyar hasil realokasi akan diarahkan sebesar Rp. 3 Mllyar untuk Dinas Kesehatan dalam upaya membiayai pengadaan APD, belanja disinfektan, dan sebagainya," terang Jarot. Sedangkan dana Rp. 2,6 Milyar akan dialokasikan ke RSUD Ade M. Djoen untuk fokus membiayai operasional perawatan pasien COVlD-19 dan penyempurnaan ruang Isolasi serta ruang isolasi mandiri. Dan akan menggunakan dana tanggap darurat yang dikoordinir melalui Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Kabupaten Sintang, tambahnya.

Diharapkan kepada seluruh komponen masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam menangani penyebaran COVlD-19 di Kabupaten Sintang. Khusus kepada para tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi kemasyarakatan untuk ambil bagian dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat melawan penyebaran COVlD-19. Perlu kerjasama semua pihak untuk selalu menjaga situasi dan kondisi yang aman, tidak panik dan selalu waspada di tengah masyarakat Kabupaten Sintang. Pesan Bupati Sintang.

Kami selaku Pemerintah Kabupaten Sintang mendukung sepenuhnya penundaan pelaksanaan Pilkada 2020, agar dana, pikiran dan tenaga seluruh masyarakat tetap fokus untuk mencegah wabah COVlD-19 di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Sintang, tutup Jarot. (Ard)

Subscribe to receive free email updates: