TINGKATKAN GERAK EKONOMI MASYARAKAT

Agustinus - Anggota DPRD Sintang

WARTABORNEO.COM - Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang,Agustinus masyakarat dalam kondisi seperti sekarang ini juga diharapkan dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan lingkungan sekitar dengan menanam lebih banyak varian, tidak hanya padi atau karet semata.

“Masyarakat dapat mengembangkan pertaniannya bertanam cabe, jagung, atau yang sekarang sedang marak itu jengkol. Tinggal pemerintah mendorong bagaimana harga-harga produk lokal ini bisa tinggi. Kalau sekarang jengkol itu harganya lumayan tinggi. Mungkin, salah satu yang bisa dilakukan pemerintah dalam hal ini dengan menyediakan bibit yang bagus untuk bisa dikelola masyarakat hari ini dengan memanfaatkan tanah yang mereka miliki. Saya yakin soal tanah, masyarakat adat memiliki tanah yang cukup luas. Dengan keterbatasan mobilisasi mereka masih bisa eksis,” pungkas Agustinus, Minggu (30/10/2022)

Politisi Partai Perindo itu mengatakan, bahwa semestinya masyakarat dapat memanfaatkan sumber daya lokal untuk meningkatkan ekonomi mereka. Isu ketahanan pangan menjadi cukup marak ditengah kegelisahan masyarakat terhadap kemerosotan ekonomi sebagai dampak inflasi.

“Tentu pemerintah juga bisa mengambil peran aktif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mengelola sumber daya alam, hutan, perkebunan, bukan hanya itu dibidang perikanan juga iya karna itu salah satu alternatif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Agustinus lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Zulkarnain, politisi Partai Hanura. Menurut Zul, masyakarat mestinya dapat lebih memanfaatkan hasil hutan untuk mempertahankan ekonominya. Di sisi lain pemerintah dapat mendorong dengan menyesuaikan peraturan agar lebih berpihak pada rakyat kecil.

Zulkarnain - Anggota DPRD Sintang

“Di sinilah kita perlu melihat, kalau ada kayu untuk beli beras ngapalah harus makan keladi ubi. Meskipun bahan makanan itu banyak tersedia kitakan sudah terbiasa makan nasi. Sementara dengan situasi seperti ini, berladang susah, menunggu beras dari hilir mobilisasi berat karna cuaca. Maka dari itu diharapkan pemerintah untuk memberi kelonggaran dan edukasi kepada masyarakat terkait aturan dalam memanfaatkan hutan yang ada, karna kadang warga itu takut untuk mengelola hutan mereka sendiri,” kata Zul. (*)

Subscribe to receive free email updates: