SAMPAH ITU DIKELOLA MULAI DARI RUMAH

WARTABORNEO.COM  -  “Masalah sampah ini memang jadi momok bagi kota-kota besar dan kota berkembang seperti Sintang. meningkatnya jumlah penduduk memicu naiknya jumlah sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas warga. Tentu saja pada akhirnya akan ada limitasi pada daya tampung TPA kita. saya mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan pemkab dengan menyiapkan lahan baru yang lebih luas,” kata anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Markus Jembari, Sabtu (5/11/2022).

Beberapa waktu lalu ramai terdengar warga yang meributkan jalan masuk ke tempat penampungan akhir (TPA) sampah Kabupaten Sintang yang ada di Dusun Tunas Jaya Desa Balai Agung Kecamatan Sungai Tebelian karna juga sudah penuh oleh sampah dan mulai menggangu aktivitas warga sekitar. Akhirnya warga melakukan aksi penutupan jalan masuk ke TPA. Akibatnya lebih dari 6 jam truk pengangkut tertahan.

Sejumlah langkah sudah diambil oleh Pemerintah Daerah terkait hal ini, termasuk menyiapkan lahan baru di tempat lain seluas 11 hektar untuk dijadikan TPA baru.

“Tapi tentu itu bukan solusi yang terbaik ya, karna kejadian ini bakal dapat terulang kembali nanti jika kita sebagai warga masyarakat tidak melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, setidaknya terkait sampah rumah tangganya masing-masing. mulai dengan memilah sampah di rumah, lalu mengubah yang organik jadi kompos dan yang non organic dipilah lagi sapa tahu bisa di pakai ulang, jangan langsung semua dibuang ke TPA,” pesan Politisi Partai Demokrat itu lagi. 

“Sebenarnya 4 tahun yang lalu kita sudah MoU dengan Ditjen cipta karya untuk membangun TPA di Jerora 1, bahkan kita sudah menyelesaikan dokumen adminsitrasi hingga Amdalnya, namun karna covid kemarin hal ini masih menunggu,” ujar Markus lagi. (*)

Subscribe to receive free email updates: