wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 di Desa Jamut, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara resmi ditutup melalui upacara penutupan yang dipimpin langsung Kepala Staf Komando Daerah (Kasdam) XXII/Tambun Bungai di halaman kantor Bupati Barito Utara. Kamis, (6/11/2025).
Namun, kesan terhadap program ini akan terus diingat oleh warga Desa Jamut yang merasakan dampaknya langsung. Betapa tidak, program menyentuh langsung ke pelosok terjauh dari daerah kota ini mampu memberikan efek peningkatan infrastruktur yang selama ini tidak dapat dijangkau pemerintah daerah.
“Kami sangat merasa terbantu, kondisi semacam ini disaat desa ini sudah 30 tahun baru bisa menikmati infrastruktur ke depan itu disebut layak,” kata Sutarmidi ketua RT 04 mewakili warga Desa Jamut.
Dikatakan Sutarmidi, melalui TMMD, TNI telah memberikan peningkatan kenyamanan di desa mereka.
“Seperti toilet dibikinkan, rumah yang mana dari warga selama ini belum mampu merehab rumahnya, dalam program ini terbantu sekali, dari program bedah rumah,” jelas Sutarmidi.
Sementara, Kasdam XXII Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, menekankan program TMMD berfokus pada pembangunan di pelosok, tempat terpencil dan tertinggal.
“Tujuan utama program ini membuka akses jalan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di pelosok,” ujarnya.
Kasdam XXII/TB, Brigjen Sugiyono juga menyampaikan pentingnya sinergi berkelanjutan antara TNI dan pemerintah daerah, berharap program semacam ini dapat dilanjutkan di masa mendatang, mengingat manfaatnya yang sangat besar bagi masyarakat.
“Harapan kami pemerintah daerah ini bisa dilanjutkan. Karena sangat bermanfaat bagi masyarakat pelosok,” katanya.
Keberlanjutan program TMMD ini disebutkan sangat bergantung pada dukungan dan kesiapan pemerintah daerah. Dijelaskannya, karena pembiayaan program ini bersumber dari dua pihak, yaitu Angkatan Darat dan pemerintah daerah setempat.
“Sebenarnya TMMD ini menurut saya kalau pemerintah daerahnya mau welcome itu bagus,” jelas Brigjen Sugiyono.
Pemkab melalui Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, A. Md, mengungkapkan, perencanaan yang matang telah dilakukan jauh hari sebelumnya untuk memastikan program ini berjalan efektif.
Dijelaskan Wabup Felix, langkah ini merupakan upaya konkret antara pemerintah dan TNI untuk menjangkau daerah-daerah yang paling membutuhkan.
Felix menjelaskan bahwa karakteristik geografis di sejumlah wilayah Barito Utara sangat menantang dan seringkali tidak tersentuh oleh kontraktor swasta. Ia menyatakan bahwa banyak daerah yang sulit dijangkau sehingga membuat pihak kontraktor enggan untuk bekerja di lokasi tersebut.
“Ada yang memang tidak tersentuh, susah. Kalau itu dimasukan dalam kontraktor, orang juga malas kerja di sana,” ujar Felix.
Sehingga, disampaikan Felix, melalui program TMMD inilah warga di pelosok mampu terjangkau tersentuh pembangunan infrastruktur dalam waktu singkat yang dikerjakan TNI.
“Melalui kolaborasi ini, pembukaan akses jalan menjadi prioritas utama sebagai langkah awal memicu pembangunan di sektor-sektor lainnya. Dengan tersedianya infrastruktur jalan yang memadai, distribusi material bangunan untuk berbagai keperluan pembangunan akan menjadi lebih lancar dan efisien,” tutur Felix.
Wabup Felix menyatakan komitmen pemerintah daerah agar terus bersinergi terutama dengan Kodim 1013/Muara Teweh dalam memajukan daerah.
“Dengan terbukanya akses transportasi melalui program TMMD ini, semoga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah yang sebelumnya terisolasi,” pungkasnya.(AhyaFr)












