Mengenal Sosok Sang Pengusul Nama Muhammadiyah ke KH. Ahmad Dahlan

Pengusul nama Muhammadiyah
Sosok yang mengusulkan nama organisasi Muhammadiyah kepada KH. Ahmad Dahlan, yakni Muhammad Sangidu, murid dari KH. Ahmad Dahlan. Foto-PasMu

Wartaborneo.com – Berdasarkan catatan sejarah, nama Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, diusulkan oleh sosok bernama Sangidu, salah satu murid setia pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan.

Sosok Muhammad Sangidu tidak dapat dipisahkan dari sejarah berdirinya organisasi Muhammadiyah. Pada 18 November 1912, KH. Ahmad Dahlan mengumpulkan beberapa muridnya di Langgar Kidul, Kauman, Yogyakarta, untuk membahas pendirian sebuah organisasi.

Di antara mereka hadir Sudja, Fahruddin, Hisyam, dan Muhammad Sangidu. Sangidu, yang saat itu menjabat sebagai Ketib Anom di Kraton Yogyakarta, terinspirasi oleh nama perkumpulan “Jami’ah Nuriyah” yang diambil dari nama pemimpinnya, Muhammad Nur. Dari sanalah ia mengusulkan nama “Muhammadiyah”, yang berarti pengikut ajaran kanjeng Nabi Muhammad SAW. Usulannya diterima dan tercatat dalam sejarah.

Tidak hanya berperan dalam pemberian nama, Muhammad Sangidu, yang lahir di Kauman pada 1883, juga merupakan tokoh pendidikan dan birokrasi kesultanan yang sangat aktif. Pada 1914, ia diangkat sebagai Kepala Penghulu Kesultanan Yogyakarta, menggantikan Muhammad Khalil Kamaluddiningrat.

Selama masa jabatannya hingga 1940, Sangidu giat mendirikan lembaga-lembaga pendidikan di kawasan Kauman. Di antaranya adalah sekolah lanjutan Al-Qismul Aqro, yang pada 1932 berubah nama menjadi Madrasah Muallimin dan Muallimat Muhammadiyah. Ia juga mendirikan Frobel School pada 1919, yang menjadi cikal bakal Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) Kauman.

Muhammad Sangidu wafat pada 1980 dalam usia lanjut dan dimakamkan di Pemakaman Karangkajen, Yogyakarta, berdekatan dengan makam KH. Ahmad Dahlan dan sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya.

Namanya tercatat dengan hormat sebagai anggota nomor perdana dalam Stamboek Muhammadiyah 1912, mengukuhkan kontribusi vitalnya sebagai salah satu pilar awal organisasi yang telah mengabdi bagi umat dan bangsa ini.

Tulisan ini diambil dari sumber www.pasmu.id dan telah disadur ulang menyesuaikan tulisan redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *