Diguyur Hujan Deras, Petugas TRC Gerak Cepat Tangani Genangan Air di Muara Teweh

TRC
TRC Pusdalops BPBD Barito Utara terjun menangani genangan air yang muncul di sejumlah titik dalam Kota Muara Teweh akibat hujan deras, Minggu malam (21/12). Foto-ist

wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Tim Reaksi Cepat (TRC) Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara, terjun langsung ke lapangan mengatasi genangan air yang muncul di sejumlah titik jalanan Kota Muara Teweh.

Intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Muara Teweh menyebabkan munculnya genangan air di sejumlah titik jalan utama, Minggu malam (21/12/2025).

Salah satu lokasi terdampak paling parah adalah di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Gedung Balai Antang.

Anggota TRC, Dayat, kepada media ini menjelaskan, air mulai menutupi ruas jalan yang ada di beberapa titik jalan seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Imam Bonjol dan di depan SMPN 1 Muara Teweh.

Menurutnya, genangan air terjadi akibat kombinasi curah hujan yang tinggi dan tersumbatnya saluran air. Di mana air menggenang hampir setinggi lutut orang dewasa.

“Intensitas hujan yang sangat deras ditambah saluran air yang tersumbat  mengakibatkan genangan air sedalam hampir selutut orang dewasa di Jl. Ahmad Yani depan Balai Antang,” ujar Dayat kepada media ini ditemui saat bertugas.

Tim TRC Pusdalops BPBD Barito Utara pun segera melakukan penanganan di lokasi. Saat ini, upaya pengurangan kedalaman air masih terus dilakukan.

TRC
Petugas BPBD Barito Utara mengatasi penyumbatan saluran air yang mengakibatkan genangan di depan Balai Antang meningkat tinggi karena hujan deras Minggu malam (21/12). Foto-ist

“Saat ini kami masih berupaya mengurangi kedalaman air dengan menggunakan mesin penyedot air berdaya tinggi, atau water supply,” jelas Dayat.

Diungkapkannya, genangan ini telah mengganggu kelancaran lalu lintas. Bahkan beberapa waktu lalu ada korban pengendara yang jatuh.

“Malam sebelumnya mungkin satu hari yang lalu, di sini (depan Balai Antang) ada korban pengendara jatuh karena melintasi genangan air yang sama,” kata Dayat.

Dayat mengimbau kepada masyarakat yang hendak melintas di wilayah-wilayah tersebut untuk selalu berhati-hati.

“Bagi warga yang melintas di lokasi genangan, harap berhati-hati dan mengurangi kecepatan kendaraan untuk menghindari risiko kecelakaan maupun kerusakan kendaraan. Apalagi kepada pengendara lanjut usia (lansia) supaya meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

Editor: Ahya FR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *