wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Bupati Barito Utara, Shalahuddin memastikan melanjutkan pembangunan dua jembatan saat ini masih belum selesai hanya dibangun pondasi. Pembangunan jembatan Sikan – Tumpung Laung, Kecamatan Montallat dan jembatan Lemo, Kecamatan Teweh Tengah akan dilanjut diselesaikan.
Ia mengatakan sebelum melanjutkan akan lebih dulu mengevaluasi tahapan teknis. “Saya akan evaluasi dulu, terkait dengan teknis dulu. Informasi yang saya dapat tumpung laung itu Kelasnya masih C. Saya menginginkan nanti type B atau bisa A. Karena untuk type B dengan lebar 9 meter itu mobil sudah bisa lewat,” jelas Shalahuddin kepada wartawan, Rabu, (15/10/2025).
Keinginan meningkatkan type pekerjaan jembatan menjadi type B, dikatakan Shalahuddin lebih memudahkan akses masyarakat di Montallat.
“Kalau dia masih type C hanya maksimal beban 25 ton. Sementara untuk type B bisa dengan maksimal 40 ton, truk dan mobil pun bisa lewat,” ujarnya.
Sehingga menurutnya, pada masa kepemimpinannya dua program jembatan ini benar-benar bisa tuntas selesai dibangun.
Namun, ia menyampaikan, terkait dengan pengerjaan jembatan Sikan-Tumpung Laung akan lebih dulu dikerjakan adalah jalan penghubung.
“Saya akan selesaikan jalannya dulu dari Teluk Malingkau dan seberang Montallat nya itu. Nah, untuk jalan di Montallat itu sudah dimasukkan di perubahan, sehingga 2026 sudah ada jalannya dan tinggal membangun fisik jembatannya saja,” katanya.
Shalahuddin akan menyiapkan anggaran untuk penyelesaian dua program itu dengan memakai anggaran APBD tahun 2027 dapat mulai dikerjakan dengan pengerjaan multiyears.
Ini dilakukan, agar saat masa berakhirnya jabatan ia bersama Wakil Bupati Felix Sonadie jembatan itu betul-betul selesai.
“Saya juga akan membangun yang di Lahei, untuk Lahei saya rencanakan di 2026 sehingga di 2027 sudah dilaksanakan groundbreaking,” katanya.
Untuk itu, Shalahuddin menegaskan keinginannya agar dilakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum memulai pelaksanaan. Ini agar pengerjaan program jembatan dapat sungguh-sungguh dan tidak sampai menjadikan kerusakan atau jangan sampai ini runtuh atau roboh seperti banyak contoh.
“Maka itu kita harus evaluasi. Bukan kita sampaikan pekerjaan yang dulu tidak betul, supaya betul-betul paham apa yang sudah dikerjakan mereka dan kita yang menyelesaikannya pun dapat menyelesaikan dengan baik,” pungkasnya.(AFR)












