wartaborneo.com, MUARA TEWEH– Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Barito Utara mengakui adanya kekurangan bahan baku air bersih akibat surutnya debit Sungai Barito dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan tersebut.
Direktur Utama PDAM Barito Utara, Roosmanjaya Anor, menyatakan penurunan debit sungai secara signifikan menghambat pasokan air baku untuk diolah menjadi air bersih yang didistribusikan ke pelanggan. Dampak langsung dirasakan oleh masyarakat, termasuk di Kelurahan Jingah.
“Kendala utama karena debit air sungai saat ini sangat surut. Selain itu, pemasangan pompa tambahan untuk mendorong air ke Intake memerlukan waktu, termasuk proses pengelasan,” jelas Roosmanjaya, Rabu (28/1/2026).
Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, PDAM Barito Utara tengah berupaya maksimal menangani situasi ini. Langkah yang ditempuh antara lain dengan menambah pompa air guna meningkatkan kapasitas pengambilan air baku dari sungai.
Sementara, Dirut PDAM turut mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air selama kondisi ini berlangsung.
“Di tengah kondisi saat ini kami terus berusaha memberikan pelayanan yang optimal ke pelanggan. Kerjasama PDAM dan masyarakat jadi kunci mengatasi dan memanfaatkan sumber daya air yang ada,” tandasnya.
Editor: Ahya FRK












