Ketua Komisi III DPRD Barito Utara Soroti Minimnya Rumah Rehab bagi Pengguna Narkoba

Ketua Komisi III DPRD Barito Utara
Pemkab Barito Utara menggelar audiensi bersama Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol. Mada turut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Barut, H. Tajeri, Rabu (11/2). Foto-wartaborneo/AhyaFR

wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri, menyoroti belum adanya fasilitas rumah rehabilitasi yang memadai bagi pengguna narkoba di Barito Utara.

Hal ini disampaikannya dalam agenda audiensi bersama Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah, Brigjen Pol. Mada Roostanto, dan Pemerintah Kabupaten Barito Utara.

Pertemuan yang membahas sinergi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) itu digelar di Balai Antang, Muara Teweh, pada Rabu (11/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, H. Tajeri mengungkapkan keprihatinannya berdasarkan data yang dipaparkan.

Ia menyebutkan, jumlah pengguna narkoba di Barito Utara telah mencapai lebih dari 1.000 orang, namun hingga saat ini daerah tersebut belum memiliki rumah rehabilitasi yang layak untuk menangani ketergantungan terhadap barang haram tersebut.

“Melihat data yang disampaikan, jumlah pengguna di Barito Utara sudah lebih dari seribu orang. Namun kita belum punya rumah rehab yang memadai untuk menyembuhkan mereka dari ketergantungan narkoba,” ujar H. Tajeri.

Ia pun meminta Pemkab Barito Utara untuk segera bergerak mewujudkan pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, langkah konkret sangat diperlukan di bawah kepemimpinan Bupati Shalahuddin dan Wakil Bupati Felix Sonadie.

“Kami meminta Pemkab dapat bersama-sama merencanakan dan membangun rumah rehabilitasi. Ini penting agar para pengguna narkoba bisa mendapatkan perawatan yang layak dan serius,” tegasnya.

Audiensi ini menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan BNNP Kalteng dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkoba di Barito Utara.

“Harapannya, ke depan pembangunan rumah rehab tidak lagi sekadar wacana, tetapi menjadi prioritas nyata dalam program kerja daerah,” pungkas politisi senior Partai Gerindra ini.

 

Editor: Ahya FRK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *