Dapat Pesan Khusus dari Mantan Gubernur, Bupati Shalahuddin: Jangan Ada yang “Cawe-Cawe” di Proyek

Bupati Shalahuddin
Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, Shalahuddin-Felix Sonadie. Foto-wartaborneo/AhyaFR

wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) berkomitmen untuk memastikan seluruh pengerjaan infrastruktur, khususnya program peluasan ruas jalan di Kota Muara Teweh, berjalan sesuai koridor hukum.

Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin menegaskan pentingnya transparansi dan keterbukaan dalam setiap tahapan proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Teknis yang mengerjakan infrastruktur harus bekerja sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Kita tidak main-main dalam hal ini,” ujar Bupati Shalahuddin usai meresmikan peletakan batu pertama peluasan pelebaran jalan, Rabu (18/2/2026).

Untuk memastikan tidak ada celah pelanggaran hukum, bupati secara khusus meminta pendampingan dari aparat penegak hukum.

“Kita minta pendampingan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari). Kita harus terbuka, kita akan transparan. Dengan begitu semua pihak bisa mengawasi dan proyek berjalan lancar tanpa masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Bupati menyadari bahwa tanggung jawab yang diembannya sangat besar. Pasalnya, APBD Kabupaten Barito Utara untuk tahun ini tercatat sebagai yang terbesar se-Kalimantan Tengah, mencapai Rp3,2 Triliun. Dengan besarnya anggaran tersebut, pengawasan dan akuntabilitas menjadi prioritas utama.

Menariknya, menjelang kepulangannya dari Palangkaraya ke Muara Teweh, Bupati Shalahuddin mengaku mendapat nasihat khusus dari mantan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran. Pesan tersebut semakin memperkuat tekadnya untuk menjalankan pemerintahan yang bersih.

“Saya sebelum pulang kemarin dapat nasehat dari Bapak Sugianto Sabran, Gubernur Kalteng dulu. Beliau berpesan agar kami bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjaga amanah,” ungkap Shalahuddin menirukan pesan Gubernur.

Dalam kesempatan yang sama, dia juga menyampaikan pesan serupa terkait pengerjaan proyek. Ia mengingatkan agar seluruh jajaran pekerja dan kontraktor bekerja dengan benar

“Saya tegaskan kepada jajaran, jangan ada yang ‘cawe-cawe’ atau ikut campur dengan urusan yang bukan haknya. Bekerjalah dengan jujur. Kalau memang itu rejeki kita, insyaAllah tidak akan kemana-mana. Pokoknya, jangan sampai terjadi hal-hal macam-macam yang bisa merugikan daerah dan masyarakat,” pesan Bupati menegaskan.

Editor: Ahya FRK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *