wartaborneo.com, JAKARTA – Memasuki seratus hari pertama kepemimpinannya, Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, S.T., M.T., – Felix Sonadie Y. Tingan Amd, mendorong percepatan pembangunan di berbagai lini melalui program andalannya, “Gaspol 11-12”.
Berbagai capaian awal, mulai dari infrastruktur dasar hingga program sosial, mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ini disampaikan Bupati Barito Utara, Shalahuddin saat menjadi bintang tamu di program Speak After Lunch, iNews TV, Senin (26/1/2026).
Disebutkan Shalahuddin, pembangunan di bidang infrastruktur, fokus utama adalah membuka isolasi wilayah. Pemkab telah memulai pembangunan akses jalan darat strategis menuju Kecamatan Montalat dan Lahei, serta membangun jembatan penghubung ke Desa Lemo yang menjadi gerbang akses menuju Kota Palangkaraya.
“Target kami jelas, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi. Infrastruktur transportasi adalah urat nadi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah lain,” tegas Bupati Shalahuddin.
Selain jalan, pemerataan akses listrik dan komunikasi menjadi prioritas. Melalui sinergi dengan PLN, sebanyak 12 desa telah berhasil dialiri listrik dalam periode 100 hari ini.
Dia menegaskan komitmennya untuk mewujudkan “Barito Utara Terang”, di mana semua desa mendapat akses listrik yang andal, tidak hanya sekadar penerangan di malam hari, tetapi juga untuk menunjang aktivitas ekonomi sepanjang hari.
“Begitu pula dengan sinyal komunikasi. Ini adalah infrastruktur dasar di era digital yang sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Pada sektor pendidikan, Shalahuddin-Felix meluncurkan terobosan berupa program SIF-PINTAR (Sekolah Insan Free – Pendidikan Terjamin). Program ini menjamin biaya pendidikan gratis hingga 16 tahun, lengkap dengan dukungan seragam, tas, buku, dan sepatu bagi siswa.
“Dengan program ini, kami bertekad memutus mata rantai ketidakmampuan ekonomi sebagai penghalang anak-anak Barito Utara untuk bersekolah,” ujar Bupati.
Di sektor kesehatan, pencapaian yang signifikan diraih dengan cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang telah menyentuh hampir 80 persen masyarakat. Kebijakan ini memungkinkan warga mendapatkan layanan kesehatan dasar hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Prinsipnya, akses kesehatan dasar yang layak harus bisa dijangkau oleh semua warga tanpa terkecuali,” jelas Shalahuddin.
Menyadari potensi agraris yang besar, Pemkab juga aktif melakukan pemetaan untuk pengembangan sentra pertanian unggulan. Langkah ini penting untuk mengoptimalkan lahan subur dengan kandungan mineral tinggi di Barito Utara, sekaligus menjaga tata kelola ruang dan kawasan hutan.
“Kami sedang mapping lokasi sentra pertanian yang tepat. Bantuan bibit siap kami salurkan, dengan syarat kegiatan pertanian tidak melanggar aturan di kawasan hutan,” jelasnya.
Terkait ketenagakerjaan, Bupati menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui pelatihan di balai kerja dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi serta pusat, diharapkan warga tidak hanya menjadi penonton di tengah aktivitas perusahaan tambang, tetapi dapat terlibat aktif dengan kompetensi yang memadai.
“Kehadiran industri harus selaras dengan peningkatan kapasitas dan penyerapan tenaga kerja lokal. Masyarakat harus menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri,” pungkas Bupati Shalahuddin.
Editor: Ahya FR












