wartaborneo.com, BANJARMASIN – Ketua DPRD Kalsel Dr (HC) H Supian HK SH MH mendesak adannya evaluasi total terhadap Prosedur Pengolahan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita minta segera evaluasi, khususnya MBG di Kalsel. Harus ada standar kesehatan yang benar-benar terjaga. Cara memasak dan mengolahnya harus memenuhi syarat medis,” katanya kepada wartawan, Senin (27/4/2026) di ruang kerjanya.
Supian mengaku sangat prihatin atas peristiwa keracunan makanan yang siswa SMK di Amuntai alami, walau pihak pengelola MBG Kalsel telah mengakui adanya kesalahan prosedur.
Ke depan, sebagai wujud kontrol dan kewaspadaan, agar peristiwa serupa tak terulang, dia mengimbau dan mendorong masyarakat dan pihak sekolah maupun madrasah tanggap dan melaporkannya bahkan memviralkannya ketika menemukan adanya penyimpangan. “Akan tetapi harus menyertakan bukti-bukti yang valid, ya,” ucapnya mengingatkan.
Di sisi lain, politisi kawakan dari Partai Golkar ini memandang positif adanya misi dan program pemberian MBG tersebut. “Ini kan tujuannya sangat baik, guna memenuhi gizi dan mencerdaskan anak bangsa, namun jangan sampai yang terjadi justru sebaliknya, mengancam keselamatan nyawa anak-anak kita,” ujarnya menekankan.
Jadi, lanjut pria kelahiran Kabupaten HSU Kalsel ini, meski tujuannya baik dan bahkan untuk meringankan beban orangtua siswa, tetap harus mengutamakan aspek kesehatan. (mun)












