wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Masyarakat adat Salapan Ungking secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas polemik narasi yang pernah disampaikan mengenai kunjungan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Barito Utara, ke PT Bharinto Ekatama (PT. BEK) yang disebut dalam pemberitaan.
Salapan Ungking memohon maaf dan membantah menyudutkan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Barito Utara, H. Amir Mahmud dan Humas DAD.
Salapan mengaku, ini spontan dan belum memahami secara utuh, murni kesalahpahaman atas narasi yang ada.
“Saya memohon maaf kepada Ketua DAD Barito Utara dan Humas DAD atas narasi yang pernah saya sampaikan terkait kunjungan Ketua DAD ke PT BEK. Apa yang saya sampaikan sebelumnya merupakan spontanitas dan saya belum mendalami secara menyeluruh maksud dan tujuan pertemuan tersebut,” kata Salapan, Senin (15/6/2026).
Ia paham, kunjungan ini merupakan upaya DAD sebagai komunikasi, dan koordinasi ke berbagai pihak dalam rangka memperkuat sinergi hubungan lembaga dan beberapa pihak di wilayah Barito Utara.
Salapan berharap permohonan maaf yang disampaikannya dapat diterima dengan baik serta menjadi momentum untuk menjaga hubungan yang harmonis antara masyarakat, lembaga adat, dan seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan klarifikasi dan komunikasi yang baik sebelum menyampaikan pendapat di ruang publik, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat memengaruhi hubungan antar pihak.
Dengan adanya klarifikasi dan permohonan maaf tersebut, diharapkan suasana yang kondusif serta semangat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Barito Utara dapat terus terjaga.
Ketua DAD Barito Utara, Dr. H. Amir Mahmud, S.E., M.M., C.Me menyambut baik permohonan maaf yang disampaikan. Menurutnya, sikap terbuka untuk mengakui kekeliruan dan melakukan klarifikasi merupakan langkah yang patut diapresiasi.
“Kami menerima dengan baik permohonan maaf yang disampaikan Saudara Salapan Ungking. Dalam kehidupan bermasyarakat perbedaan pandangan dan kesalahpahaman bisa saja terjadi,” kata H. Amir Mahmud via WhatsApp.
Diungkap H. Amir Mahmud, terpenting adalah adanya itikad baik untuk meluruskan informasi dan menjaga hubungan yang harmonis.
Ia menegaskan bahwa DAD Barito Utara selalu terbuka terhadap kritik, masukan, maupun dialog konstruktif yang bertujuan membangun daerah dan memperkuat peran lembaga adat di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, H. Amir Mahmud meminta masyarakat agar mengedepankan komunikasi yang baik serta melakukan konfirmasi terhadap informasi yang diterima sebelum menyampaikan penilaian di ruang publik.
Dia juga mengajak seluruh masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun insan pers untuk bersama-sama menjaga suasana yang kondusif.
“Mari kita utamakan klarifikasi dan komunikasi yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman karena sinergi antara masyarakat, lembaga adat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting dalam mendukung pembangunan Kabupaten Barito Utara yang aman, damai, dan sejahtera,” tandasnya.
Editor: Ahya Fr












