Pasar Inflasi Harkopnas ke-79 Digelar di Pangkalan Bun Park, Harga Sejumlah Bahan Pokok Lebih Terjangkau

Salah satu warga membeli tomat dan cabai rawit di Pasar Inflasi di Pangkalan Bun Park, Minggu, 9 Agustus 2026 (FOTO: NURITA)

wartaborneo.com, PANGKALAN BUN – kPemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menghadirkan Pasar Inflasi sebagai bagian dari rangkaian Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79.

Kegiatan yang digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Pangkalan Bun Park dengan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang telah ditetapkan.

Pasar Inflasi berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB dan terbuka untuk masyarakat umum. Sejumlah komoditas yang disediakan meliputi beras premium, beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, daun bawang, cabai rawit merah serta LPG berbagai ukuran.

Kepala Disperindagkop UKM Kobar Fitriyana melalui Sekretaris Muhamad Suhendra mengatakan, pelaksanaan Pasar Inflasi menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Pasar Inflasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Koperasi ke-79. Kami menyediakan beberapa komoditas kebutuhan masyarakat dengan harga yang sudah ditetapkan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Berdasarkan daftar harga yang disiapkan, beras premium dijual Rp77 ribu per kemasan 5 kilogram, sedangkan beras SPHP Rp60 ribu per 5 kilogram. Minyak goreng Minyakita tersedia dengan harga Rp15.500 per liter dan gula pasir Rp18.500 per kilogram.

Untuk komoditas lainnya, telur ayam ras (boiler) dijual Rp53 ribu per tray. Sementara bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp40 ribu per kilogram.

Daun bawang juga tersedia dengan harga Rp80 ribu per kilogram, sedangkan sejumlah komoditas lain seperti cabai rawit merah turut disediakan dalam kegiatan tersebut.

Selain bahan pangan, Pasar Inflasi juga menghadirkan LPG ukuran 3 kilogram, 5,5 kilogram dan 12 kilogram. Untuk LPG 5,5 kilogram, harga isi ulang ditetapkan Rp120 ribu per tabung, sedangkan pembelian dengan tabung Rp450 ribu.

Sementara LPG 12 kilogram tersedia dengan harga isi ulang Rp235 ribu per tabung dan Rp785 ribu untuk pembelian berikut tabung. Adapun LPG 3 kilogram isi ulang dijual Rp23 ribu per tabung.

Muhamad Suhendra menjelaskan, kehadiran Pasar Inflasi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga komoditas serta mendukung pengendalian inflasi daerah.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik. Pasar Inflasi diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi di daerah,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut didukung sejumlah pihak, di antaranya Perum Bulog, PT Pertamina Patra Niaga, Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan serta Dinas Pertanian Kabupaten Kobar.

Pasar Inflasi tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Harkopnas ke-79 di Kobar yang mengusung semangat “Koperasi Berdaya Indonesia Berjaya, Kobar Makin Jaya”.(NURITA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *