wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara, Patih Herman AB, menyoroti terkait rekomendasi DPRD yang mendesak Dinas Kesehatan setempat untuk mengevaluasi jajarannya.
Ini menyusul adanya temuan tenaga kesehatan yang tidak berada di tempat tugas serta masih kurangnya tenaga kesehatan di puskesmas dan pustu.
Patih Herman AB menyatakan persoalan tersebut sudah lama menjadi keluhan masyarakat, terutama di wilayah terpencil. Ia menegaskan, evaluasi menyeluruh terhadap pendistribusian dan kedisiplinan tenaga kesehatan sangat mendesak untuk dilakukan.
“Saya mendukung penuh rekomendasi DPRD. Jangan sampai ada tenaga kesehatan yang tercatat bertugas di puskesmas atau pustu, tetapi faktanya tidak pernah hadir. Ini merugikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Evaluasi harus menyasar pada absensi, penempatan, hingga sanksi bagi yang melanggar,” ujar Patih Herman, Selasa (28/4/2026).
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan jumlah tenaga kesehatan sesuai standar kebutuhan di setiap puskesmas dan pustu.
Menurutnya, kekurangan tenaga kesehatan sering menyebabkan beban kerja yang tidak merata dan berujung pada rendahnya kualitas pelayanan.
“Dinas Kesehatan harus segera memetakan di mana saja titik-titik kekurangan tenaga, kemudian segera mengusulkan penambahan tenaga kontrak atau memaksimalkan tenaga yang sudah ada melalui sistem rotasi yang adil,” tambahnya.
Patih Herman berharap agar rekomendasi DPRD tidak berhenti sebagai usulan semata, melainkan segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.
“Karena persoalan kesehatan adalah pelayanan dasar yang menjadi hak mutlak warga Barito Utara,” pungkasnya.
Editor: Ahya Fr












