DPRD Barito Utara Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan dan Optimalisasi BPJS

wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Dalam rapat kerja yang digelar pada 17 Juni 2026, DPRD menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis terkait peningkatan pelayanan kesehatan serta optimalisasi layanan BPJS Kesehatan di daerah.

Wakil Ketua II DPRD Barito Utara, Hj. Henny Rosgiaty Rusli, S.P., M.M., yang turut hadir dalam forum tersebut, menegaskan bahwa pihaknya menyoroti beberapa poin krusial yang harus segera dibenahi. Salah satunya adalah kinerja BPJS dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami mendorong BPJS untuk terus memperbaiki kinerja pelayanannya. Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kesehatan di RSUD Muara Teweh juga menjadi perhatian serius kami, agar masyarakat mendapatkan penanganan yang maksimal,” ujar Henny Rosgiaty Rusli.

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan obat-obatan di seluruh fasilitas kesehatan. Menurutnya, obat yang tersedia harus sesuai dengan Formularium Nasional. Hal ini untuk memastikan pasien mendapatkan pengobatan yang standar dan tidak memberatkan.

Lebih lanjut, Henny mengungkapkan bahwa DPRD mengusulkan adanya dukungan anggaran bagi masyarakat kurang mampu yang harus menjalani pengobatan di luar tanggungan BPJS. Jika obat yang sesuai Formularium Nasional tidak tersedia di rumah sakit dan pasien harus membeli sendiri, DPRD mendorong agar biaya tersebut dapat diklaim atau diganti oleh pihak rumah sakit berdasarkan resep dokter yang berwenang.

“Kami tidak ingin masyarakat, terutama yang kurang mampu, kesulitan mendapatkan obat. Jika memang harus membeli di luar, harus ada mekanisme penggantian yang jelas dari rumah sakit,” tambahnya.

Selain persoalan obat dan tenaga kesehatan, DPRD Kabupaten Barito Utara juga meminta BPJS untuk mempermudah proses rujukan pasien dari setiap fasilitas kesehatan. Hal ini dinilai krusial agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, mudah, dan optimal.

“Proses rujukan yang berbelit seringkali menjadi keluhan masyarakat. Kami minta ini disederhanakan agar pasien bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat,” pungkas Henny Rosgiaty Rusli.

Editor: Ahya Fr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *