wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara, H. Parmana Setiawan turut dalam rombongan Jemaah haji yang menunaikan ibadah haji tahun ini 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Bahkan dirinya ditunjuk sebagai Ketua Rombongan Jemaah Haji asal Kabupaten Barito Utara.
Saat penyambutan langsung Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Minggu pagi (14/6/2026) di Halaman Pemkab Barut, dirinya merasa bersyukur telah tiba di kampung halaman dengan kondisi sehat dan selamat beserta jemaah lainnya.
“Secara umum, kondisi kesehatan jemaah dalam keadaan baik dan stabil, dengan beberapa penanganan medis ringan yang sudah diatasi oleh tim kesehatan kloter,” ungkapnya menyampaikan kondisi keseluruhan jemaah.
Dirinya menjadi bagian rombongan 110 jemaah haji asal Kabupaten Barito Utara yang kini sudah tiba semua di Muara Teweh.
“Kita bersyukur, Alhamdulilah dari total 110 jemaah kembali dengan selamat,” ucap Parmana.
Dalam sambutan tertulis Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST., MT, yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Hj. Annisa Cahyawati, pemerintah daerah menyampaikan rasa syukur dan ucapan selamat datang kembali ke tanah air bagi para jemaah.
“Saya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam karena para jemaah telah diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, dan keselamatan dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci hingga kembali ke daerah tercinta,” tuturnya.
Pemerintah menyadari selama menjalankan ibadah haji, jemaah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perbedaan cuaca, kepadatan aktivitas ibadah, hingga dinamika pelayanan selama berada di Tanah Suci.
Bupati juga mendoakan seluruh amal ibadah para jamaah diterima Allah SWT dan memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah yang mabrurah. “Yang balasannya tidak lain adalah surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah SWT,” ucapnya.
Bupati juga menyampaikan harapannya, agar para jamaah dapat menjadi teladan dalam membangun kehidupan yang religius, menjaga persatuan dan kerukunan, memperkuat ukhuwah islamiyah, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
“Pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Tanah Suci kiranya dapat menjadi sumber inspirasi untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat akhlak mulia, dan mempererat hubungan sosial di lingkungan masing-masing,” pesannya.
Editor: Ahya Fr












