wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara, Hasrat, S.Ag, menyambut baik langkah cepat Pemkab Barito Utara yang menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla bersama Forkopimda.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, BPBD, Damkarmat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman Karhutla yang dipicu fenomena El Nino hingga 2027.
“Apresiasi saya sampaikan kepada Bupati dan jajaran Forkopimda yang telah bergerak cepat. Namun, keberhasilan penanganan Karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak harus bahu-membahu, termasuk masyarakat,” ujar Hasrat, S.Ag, Jumat (18/9/2026).
Politisi yang juga dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial ini menyoroti pentingnya pendekatan spiritual dan edukatif kepada masyarakat. Menurutnya, kesadaran kolektif untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar harus terus ditumbuhkan, termasuk melalui pendekatan keagamaan dan tokoh masyarakat.
“Kita perlu melibatkan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda untuk memberikan pemahaman bahwa membakar lahan itu bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak besar bagi kesehatan dan lingkungan,” jelasnya.
Hasrat juga meminta pemerintah daerah untuk transparan dalam penggunaan anggaran penanganan Karhutla, serta memastikan bahwa bantuan dan sumber daya benar-benar sampai ke titik-titik rawan kebakaran. Ia mengingatkan bahwa status siaga darurat yang berlaku hingga 2 Oktober 2026 harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk penguatan di semua lini.
“Saya juga berharap informasi dari BMKG tentang perpanjangan El Nino ini menjadi perhatian serius. Jangan sampai kita lengah. Kecepatan bertindak, seperti yang ditegaskan Bupati, memang sangat menentukan. Mari kita jaga Barito Utara bersama-sama,” tutupnya.
Editor: Ahya Fr












