Resmi Diterapkan, Parkir Gratis di RSUD Muara Teweh Membantu Keluarga Pasien

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR. Foto-ist

wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Kebijakan parkir gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh kini resmi diterapkan secara penuh.

Kebijakan yang merupakan janji kampanye pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Shalahuddin dan Felix Sonadie ini, diharapkan dapat menjadi jawaban atas keluhan masyarakat selama ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara, Pariadi AR, mengonfirmasi bahwa program parkir gratis ini telah dilaunching sejak November 2025 lalu.

“Ini merupakan program Bupati dan Wakil Bupati sebagai bentuk komitmen dan jawaban atas keluhan masyarakat,” jelas Pariadi, Selasa (6/1/2025).

Salah satu keluarga pasien RSUD, Andit dari Muara Inu, Kecamatan Lahei, menyambut baik kebijakan ini. Ia mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya parkir gratis di rumah sakit.

“Saya merasa senang, karena program ini sudah meringankan dan memudahkan kami, terutama bagi keluarga yang harus sering mengantar jadwal berobat,” ujarnya.

Kebijakan parkir gratis ini juga menjadi salah satu program yang ditekankan dalam 100 hari pertama kepemimpinan Shalahuddin-Felix, menandai komitmen mereka dalam meningkatkan pelayanan publik di sektor kesehatan.
[19.58, 11/3/2026] AhyaFr: Pemkab Barito Utara Siapkan Rumah Tunggu dan Makanan Tambahan untuk Keluarga Pasien di 2026 Ini

MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara akan meningkatkan kenyamanan layanan kesehatan pada tahun 2026 dengan menyediakan rumah tunggu serta makanan tambahan bagi keluarga pendamping pasien.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Bupati dan Wakil Bupati, Shalahuddin-Felix Sonadie di bidang kesehatan setelah sebelumnya melaunching parkir gratis di RSUD Muara Teweh.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR, menjelaskan inisiatif ini bertujuan menunjang pelayanan di rumah sakit, khususnya untuk keluarga pasien yang datang dari desa-desa yang jauh.

“Dengan adanya rumah tunggu yang disediakan pemkab, keluarga pendamping dapat memiliki tempat istirahat yang layak selama mengurus pasien,” kata Kadinkes Pariadi, Selasa (6/1/2026).

Dijelaskan Pariadi, rumah tunggu ini diperuntukkan agar jika ada keluarga pendamping pasien yang datang dari jauh, mereka bisa menikmati fasilitas yang nyaman tanpa harus khawatir mencari tempat menginap.

Tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, program ini juga akan memberikan makanan tambahan kepada keluarga penunggu pasien. Selama ini, makanan tambahan umumnya hanya diberikan kepada pasien. Ke depan, dukungan tersebut akan diperluas kepada sanak saudara yang mendampingi dan merawat pasien di rumah sakit.

“Jadi tidak hanya pasien saja yang mendapat makanan, tapi nanti keluarga atau sanak saudara yang menjaga pasien turut mendapat makanan. Ini bentuk perhatian pimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara untuk meringankan beban mereka,” tambah Pariadi.

Pariadi menuturkan, kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi dan psikologis keluarga pasien, sekaligus memastikan proses pendampingan dan penyembuhan pasien berjalan dengan lebih baik.

“Penyediaan rumah tunggu dan makanan tambahan menjadi langkah nyata pemerintah dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih inklusif dan berempati di Barito Utara,” jelasnya.

Rencananya, program ini akan mulai diimplementasikan secara bertahap pada tahun 2026, sejalan dengan visi-misi kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Shalahuddin-Felix Sonadie, untuk meningkatkan akses dan kualitas kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *