Sosial  

Viral Warga Muara Teweh Pertanyakan Jalan Rusak di Acara Puncak HUT Kalteng, Jawaban MC Bikin Netizen Geregetan

Seorang warga asal Muara Teweh yang menyampaikan keluhan soal kondisi jalan rusak saat acara puncak Kalteng Expo 2026 dan Hari Ulang Tahun ke-69 Kalimantan Tengah (Tangkapan layar)

wartaborneo.com, PALANGKA RAYA – Momen seorang warga asal Muara Teweh yang menyampaikan keluhan soal kondisi jalan rusak saat acara puncak Kalteng Expo 2026 dan Hari Ulang Tahun ke-69 Kalimantan Tengah viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada malam penutupan kegiatan Huma Betang Night di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu (23/5/2026).

Dalam sesi interaktif, seorang warga diberi kesempatan menyampaikan aspirasi langsung di hadapan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng, unsur Forkopimda, dan ribuan masyarakat yang hadir.

Saat mendapat giliran berbicara, warga tersebut meminta perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur jalan, khususnya ruas Palangka Raya menuju Muara Teweh.

“Ini tolong diperbaiki jalan raya, terutama yang dari Palangka Raya ke Muara Teweh,” ucap warga tersebut yang langsung disambut tepuk tangan dan sorakan dukungan dari masyarakat.

Namun suasana sempat menjadi perhatian publik setelah MC acara, Saipin, merespons dengan menanyakan ruas jalan mana yang dimaksud warga.

Dalam video yang beredar di media sosial, MC terdengar mengatakan, “Jalan yang mana? Yang di mana?” Jalan depan rumahnya ? tanya nya  sambil mencoba memastikan lokasi jalan yang dikeluhkan.

Ketika dijawab lagi oleh warga “Jalan Lintas Kalimantan,” MC malah seolah seolah bertanya “Lintas Kalimantan “?Yang mana ” ujar MC sambil tertawa “Harus jelas dong” sambungnya.

Percakapan tersebut kemudian viral dan menuai beragam tanggapan warganet.

Sebagian masyarakat menilai keluhan warga itu mewakili kondisi infrastruktur di sejumlah wilayah pedalaman Kalimantan Tengah.

Melansir unggahan media sosial, Saipin selaku Master of Ceremony (MC) kegiatan Huma Betang Night akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf setelah video tersebut ramai diperbincangkan publik.

“Saya Saipin, Master of Ceremony (MC) kegiatan Huma Betang Night pada tanggal 23 Mei 2026. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang merasa kurang nyaman atau tersinggung atas ucapan saya,” ujarnya dalam klarifikasi tersebut.

Ia menegaskan tidak memiliki maksud lain dari pertanyaan yang disampaikannya saat acara berlangsung.

Menurutnya, ucapan itu semata-mata untuk memastikan ruas jalan yang dimaksud warga, karena berdasarkan pemahamannya tidak seluruh ruas Palangka Raya–Muara Teweh berada dalam kondisi rusak.

“Namun, apabila perkataan saya dinilai kurang tepat dan telah melukai perasaan masyarakat Kalimantan Tengah, dengan tulus saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” lanjutnya.

Saipin juga berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran agar dirinya lebih berhati-hati dalam bertutur kata di ruang publik.

Meski sempat diwarnai polemik di media sosial, penutupan Kalteng Expo 2026 tetap berlangsung meriah dengan hiburan rakyat, pertunjukan seni, dan pesta lampu yang dipadati masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah.

Editor Iyus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *