Hukrim  

Geger! Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty Muara Teweh Diduga Nekat Akhiri Hidup

Jasad Misran sudah dibawa menuju kamar jenazah RSUD Muara Teweh, Minggu malam. Foto-wartaborneo/AhyaFr

wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Identitas pria yang sebelumnya ditemukan tak bernyawa di salah satu kamar mess Jetty yang ada di Muara Teweh atau tepatnya di Jalan Koyem, Muara Teweh, Minggu (24/5/2026) malam, kini terungkap. Pria tersebut bernama Misran berumur sekitar 25 tahun dengan status sudah menikah.

Ketua RT 10 Kelurahan Jingah, Tony mengonfirmasi, bahwa benar pria yang ditemukan tak bernyawa itu adalah Misran salah satu warganya.

“Yang bersangkutan memang warga saya, dan saya kenal lama, sejak dia masih kecil,” ungkap Ketua RT 10 Kelurahan Jingah, Tony saat ditemui di lokasi kejadian.

Ada dugaan Misran nekat mengakhiri hidupnya sendiri. Sebab, posisi tubuh Misran ditemukan terlentang di lantai diduga jatuh saat menggantung diri dengan tali yang ditemukan terlihat di sekitar badan, bukan sedang tidur di kasur.

Tony mengungkap, memang sebelum kejadian ini, Misran diduga ditinggalkan isteri serta anaknya yang masih balita pulang kampung.

“Diduganya memang persoalan keluarga antara dia dan isteri. Isterinya pulang membawa anaknya, padahal si anak itu baru beberapa hari ini keluar dari RSUD Muara Teweh karena insiden tidak sengaja terkena air panas di badan,” terang Tony.

Kejadian diketahui saat seorang temannya ingin menemui Misran, sekitar pukul 18.00 WIB. Teman Misran merasa heran dengan keadaan kamar  yang gelap melihat lampu kamar mess padam.

Terlebih tidak ada jawaban dari dalam kamar mess saat saksi temannya ini mengetuk pintu mess mencoba memanggil namanya.

Warga sekitar yang datang turut membantu cek kondisi Misran melihat ke dalam kamar melalui jendela, jelas melihat tubuh Misran terlentang di lantai dan ada tali di sekitar badan.

Panik, warga kemudian melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Petugas Kepolisian Polsek Teweh Tengah dan Polres Barito Utara yang datang ke lokasi segera memasang police line dan membuka paksa kamar mess yang terkunci.

Persoalan keluarga ini diketahui warga yang mengenal Misran, dan sudah terjadi kurang lebih satu minggu saat isterinya pulang kampung. Memang kata Tony, korban ini orang yang jarang berkomunikasi.

“Kalau bicara itu seadanya saja, apa yang perlu dibicarakan saja,” tutur Tony.

Sementara, diketahui Misran merupakan karyawan Jetty dimana dia tinggal mendapatkan fasilitas kamar mess. Di kamar mess ini, Misran tinggal bersama isteri dan anak.

Misran diketahui sudah satu tahun lebih bekerja di Jetty yang ada di Jalan Koyem, Muara Teweh tersebut.

Paman korban yang ditemui di kamar jenazah RSUD Muara Teweh membenarkan keponakannya ini memang tidak banyak bicara.

“Orangnya memang tidak terbuka. Sehingga permasalahan itu hanya dipendam. Tidak cerita ini yang kita sulit mengetahui keadaannya, karena orangnya jarang bisa berkomunikasi,” jelasnya.

Jasad Misran kini sudah berada di kamar jenazah RSUD Muara Teweh. Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendalami untuk mengungkap kronologi kepastian meninggalnya Misran.

Editor: Ahya Fr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *