wartaborneo.com, PANGKALAN BUN – Kebakaran melanda bangunan kantor Pondok Pesantren Al-Huda di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat, 22 Mei 2026 dini hari.
Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga sekitar karena api terlihat membesar di bagian atap bangunan sekolah.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kobar menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.25 WIB melalui hotline dari warga setempat. Mendapat laporan tersebut, Regu 3 piket langsung bergerak menuju lokasi kejadian lima menit kemudian.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana Damkar Kobar, Fahliansyah, mengatakan kesigapan personel di lapangan menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas ke bangunan lain di area pondok pesantren.
“Setelah menerima laporan, anggota langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Beruntung api dapat segera dikendalikan sehingga tidak merembet lebih luas,” ujarnya.
Petugas Damkar Kobar tiba di lokasi sekitar pukul 04.00 WIB dengan waktu respons kurang lebih 30 menit. Setibanya di lokasi, api diketahui telah membakar bangunan kantor pondok pesantren yang berada di Jalan Lintas Kabupaten Nomor 27 RT 15, Kelurahan Kotawaringin Lama.
Berdasarkan informasi awal dari pihak SMP IT Al-Huda, api diduga berasal dari korsleting listrik yang pertama kali muncul di bagian atap gedung. Kobaran api kemudian dengan cepat merembet ke bagian dalam bangunan dan menghanguskan sejumlah fasilitas kantor.
Petugas Damkar Kobar bersama unsur terkait langsung melakukan proses pemadaman begitu tiba di lokasi. Berkat penanganan cepat, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 20 menit sebelum akhirnya dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Akibat kebakaran tersebut, satu bangunan kantor pondok pesantren dilaporkan hangus terbakar.
Sejumlah barang berharga dan dokumen penting turut terdampak, di antaranya dua unit komputer PC, satu unit laptop, satu buah brankas, dokumen yayasan, ijazah siswa, rekening yayasan, perlengkapan administrasi kantor, hingga uang tunai sekitar Rp40 juta.
Meski menimbulkan kerugian materi cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Dalam proses penanganan, Damkar Kobar mengerahkan Unit Karhutla 013 dan Unit Karhutla 012 serta mendapat bantuan dari personel Polri, Polsek setempat, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kotawaringin.
Reporter: Nurita
Editor: Ahya Fr












