wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara melalui Dinas Kesehatan menginisiasi dua program bantuan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Pariadi AR menyampaikan, program pertama adalah pembangunan rumah tunggu bersalin di setiap kecamatan, sementara program kedua adalah pelaksanaan sunatan massal di tingkat kecamatan.
Ini diungkapkan Pariadi dalam paparannya dihadapan Kepala Desa se Kecamatan Teweh Selatan saat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2027 bertempat di Aula Kecamatan Teweh Selatan dengan dihadiri Bupati Barito Utara, setiap Kepala OPD dan Sekda Barito Utara serta anggota DPRD, Senin (9/2/2026).
Disebut Pariadi AR, program seperti sunatan massal ini bertujuan murni untuk membantu masyarakat yang kesulitan secara finansial.
“Sunatan ini bukan ingin menghilangkan rezeki bagi mantri di tiap kecamatan, tetapi karena memang semata-mata pemkab ingin membantu masyarakat yang kurang mampu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa biaya untuk pelaksanaan sunatan secara mandiri seringkali tidak murah, sehingga menjadi beban tersendiri bagi keluarga prasejahtera.
“Melalui program ini, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat mengakses layanan sunatan dengan mudah dan tanpa biaya atas bantuan Pemkab,” kata Pariadi.
Dua inisiatif ini, yaitu rumah tunggu bersalin dan sunatan massal, merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam membantu dan melayani masyarakatnya, khususnya di bidang kesehatan.
“Dengan adanya program ini kita ingin masyarakat dapat terbantu melalui rumah tunggu bersalin, sehingga mereka tanpa harus bolak balik atau mencari penginapan lagi, akhirnya dapat mengurangi beban biaya,” pungkas Kadinkes Pariadi.












