wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara secara resmi membuka Pasar Ramadan (Pasar Wadai) yang dipusatkan di area Masjid Shiratal Mustaqym, Jalan Imam Bonjol, Muara Teweh, Kamis (19/2/2026).
Pembukaan pasar tahunan ini diresmikan langsung Bupati Barito Utara, Shalahuddin, dan Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Shalahuddin menjelaskan, lokasi pasar tahun ini mengalami perpindahan dari tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan berdasarkan masukan dari masyarakat dan para kepala OPD demi kenyamanan bersama.
“Pada tahun ini lokasi kita pindah dan berbeda dari tahun lalu. Alasan lokasi ini diambil atas masukan masyarakat, OPD,” ujar Bupati Shalahuddin.
Jika sebelumnya, dikatakan Shalahuddin bertempat di depan Water Front City dan di depan SMAN 1, kali ini atas pertimbangan dipilihlah lokasi tepat di depan Masjid Shirathal Mustaqym, Jalan Imam Bonjol.
“Kalau biasanya di depan Water Front City, itu dikhawatirkan banjir dan nanti harus pindah. Kalau di depan SMAN 1, di sana sangat padat, apalagi nanti kasian pagi itu mengganggu anak-anak kita bersekolah,” kata Shalahuddin.
Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, Dewi Handayani, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Pasar Wadai Ramadhan 1447 Hijriah ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, terhitung mulai 19 Februari hingga 16 Maret 2026.
“Tujuan utama penyelenggaraan pasar ini adalah untuk mempermudah masyarakat mendapatkan makanan serta berbagai keperluan lainnya untuk berbuka puasa,” terangnya.
Selain itu, Dewi menyebut, ajang ini juga dimaksudkan untuk memeriahkan datangnya bulan suci Ramadhan, menjadi sarana peningkatan ekonomi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta melestarikan kuliner lokal.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah sosial dan hiburan dalam menciptakan kebersamaan di bulan Ramadhan,” tambah Dewi Handayani.
Antusiasme pelaku usaha terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 85 orang. Mereka terdiri dari 35 pedagang kue basah, 26 pedagang makanan, dan 20 stand minuman.
Editor: Ahya FRK












