Gangguan Pembangkit, Pemadaman Listrik Bergilir di Kobar Masih Berlanjut hingga September

Foto bersama usai rapat koordinasi pemerintahan daerah Kabupaten Kobar bersama PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), Senin, 6 Juli 2026 (FOTO: NURITA)

wartaborneo.com, PANGKALAN BUN – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diperkirakan masih harus menghadapi pemadaman listrik bergilir hingga akhir September 2026.

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pangkalan Bun memastikan kondisi tersebut terjadi karena sejumlah pembangkit listrik mengalami kerusakan dan masih dalam proses perbaikan.

Kepastian itu disampaikan dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar dan PLN UP3 Pangkalan Bun. Pertemuan tersebut membahas kondisi terkini sistem kelistrikan sekaligus langkah penanganan agar pasokan listrik di wilayah Kobar tetap terjaga, Senin, 6 Juli 2026.

Manager UP3 PLN Pangkalan Bun, Saut Pardomuan Pandjaitan, mengatakan hingga saat ini sistem kelistrikan di Kabupaten Kobar belum sepenuhnya pulih.

Beberapa wilayah masih harus mengalami pemadaman bergilir sebagai bagian dari pengaturan beban untuk menjaga keandalan jaringan listrik secara menyeluruh.

“Kondisi saat ini memang belum normal karena masih ada beberapa lokasi yang dilakukan pemadaman. Hal itu terjadi karena beberapa pembangkit mengalami kerusakan. Mau tidak mau kami harus melakukan pengaturan beban agar sistem kelistrikan secara keseluruhan tetap bisa beroperasi,” ujarnya.

Menurut Saut, PLN telah memperoleh informasi bahwa proses pemulihan diperkirakan berlangsung hingga akhir September 2026.

Meski demikian, perbaikan dilakukan secara bertahap dan beberapa unit pembangkit dijadwalkan mulai kembali beroperasi sebelum target tersebut tercapai.

“Kami sudah mendapatkan informasi bahwa perkiraan kondisi normal sampai dengan September. Namun menuju September nanti beberapa pembangkit mulai masuk beroperasi, sehingga kondisinya terus membaik. Untuk benar-benar stabil secara keseluruhan diperkirakan pada akhir September,” katanya.

PLN juga mengakui pemadaman bergilir berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, perusahaan pelat merah tersebut menyampaikan permohonan maaf sekaligus meminta dukungan masyarakat agar proses perbaikan pembangkit dapat berjalan sesuai rencana.

“Kami memahami dan berempati karena kondisi ini membuat aktivitas masyarakat menjadi terbatas. Kami memohon doa dari masyarakat dan seluruh pelanggan agar proses perbaikan serta pemeliharaan pembangkit listrik dapat segera selesai sehingga pelayanan kembali normal,” tutur Saut.

Sementara itu, Wakil Bupati Kobar, Suyanto, mengatakan rapat koordinasi digelar untuk memperoleh penjelasan langsung mengenai kondisi pembangkit listrik yang menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik di Kabupaten Kobar.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai situasi tersebut.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga komunikasi yang baik dengan PLN selama proses pemulihan berlangsung.

Menurutnya, penyampaian informasi yang terbuka akan membantu membangun pemahaman bersama sekaligus menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Harapannya adalah tetap terjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dan PLN tanpa saling menyalahkan ataupun menjelekkan satu sama lain. Dengan begitu akan terbangun pemahaman bersama terhadap kondisi yang sedang dihadapi saat ini,” ujar Suyanto.

Pemerintah Kabupaten Kobar berharap proses perbaikan pembangkit listrik dapat berjalan sesuai target sehingga pasokan listrik di seluruh wilayah kembali normal pada akhir September.

Pemerintah daerah juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan PLN guna memantau perkembangan pemulihan sistem kelistrikan serta meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.(NURITA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *