Ini Makna Filosofis Logo Hari Jadi Ke-69 Provinsi Kalteng

wartaborneo.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan logo dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang jatuh pada 23 Mei 2026.

Logo ini tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga sarat dengan filosofi mendalam yang merefleksikan jati diri Bumi Tambun Bungai.

Dikutip unggahan resmi akun Instagram @pemprovkalimantantengah, dijelaskan bahwa logo Hari Jadi ke-69 ini merupakan lambang ruh Bumi Tambun Bungai, tempat leluhur menitipkan warisan nilai, alam menitipkan kehidupan, dan generasi kini menerima amanah untuk menjaganya.

Setiap garis, warna, dan simbol dalam logo tersebut mengandung pesan adat, napas kebersamaan, serta tekad melangkah dalam semangat Belom Bahadat (hidup beradat, hidup bermartabat).

Berikut enam elemen utama filosofi logo tersebut:

1. Angka 69: Putaran Waktu dan Titah Leluhur

Angka 69 melambangkan perjalanan usia Kalimantan Tengah yang terus berputar seperti aliran sungai-sungai besar. Bentuk yang saling bertaut mengandung makna keseimbangan antara manusia dengan sesama, alam, serta Sang Pencipta. Dalam adat Dayak, keseimbangan adalah jalan hidup menuju kedamaian.

2. Merah Putih: Kehormatan di Atas Segalanya

Bendera Merah Putih yang berada di puncak logo menegaskan bahwa masyarakat Kalimantan Tengah berdiri teguh dalam rumah besar Indonesia. Merah bermakna keberanian, sedangkan putih melambangkan hati bersih, niat lurus, serta kejujuran.

3. Huma Betang: Falsafah Hidup Orang Dayak

Rumah Betang adalah jiwa Kalimantan Tengah. Di dalam satu rumah panjang, banyak keluarga hidup bersama dengan adat saling menghormati. Huma Betang menjadi lambang persaudaraan, gotong royong, musyawarah, dan kerukunan.

4. Menara Talawang: Penjaga Marwah dan Arah Perjalanan

Talawang adalah perisai budaya Dayak yang melambangkan perlindungan, kehormatan, dan keberanian. Menara Talawang dalam logo menjadi simbol bahwa Kalimantan Tengah harus berdiri kokoh menjaga marwah daerah dan menjadi penunjuk arah menuju kemajuan.

5. Burung Tingang: Martabat, Kebijaksanaan, dan Doa Langit

Burung Tingang adalah lambang suci masyarakat Dayak yang membawa pesan keluhuran budi, kesetiaan, dan kebijaksanaan. Terbangnya yang tinggi mengajarkan manusia untuk melihat luas, berpikir jauh, dan bertindak arif.

6. Lima Warna Adat (5 BA): Jati Diri Bumi Tambun Bungai

Kelima warna khas budaya Kalimantan Tengah ini menjadi ciri karakter masyarakatnya:

· Merah (Bahandang): keberanian menjaga harga diri dan tanah leluhur
· Hijau (Bahijau): kesuburan hutan, sungai, dan kelestarian
· Kuning (Bahenda): kemuliaan, kejayaan, dan kesejahteraan
· Hitam (Babilem): kekuatan, keteguhan, dan ketahanan menghadapi ujian
· Putih (Baputi): kesucian niat, keadilan, dan ketulusan hati

Makna Agung di Usia 69 Tahun

Pemerintah Provinsi menyatakan bahwa di usia ke-69, Kalimantan Tengah bukan sekadar bertambah umur, tetapi semakin matang dalam perjalanan. Tanah ini telah melalui banyak ujian namun tetap berdiri karena adat dijaga, alam dihormati, dan persaudaraan dipelihara.

“Kemajuan sejati bukan hanya gedung yang tinggi atau jalan yang panjang, tetapi ketika rakyat hidup damai, adat dihormati, alam lestari, dan generasi muda memiliki masa depan. Karena tanah yang besar bukan hanya luas wilayahnya, tetapi besar jiwa masyarakat yang menjaganya,” demikian kutipan dari unggahan resmi tersebut.

Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah mengusung semangat Isen Mulang (pantang mundur menjaga kehormatan) dengan tagline “Kalteng Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Sejahtera”

 

Editor: Ahya Fr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *