wartaborneo.com, MUARA TEWEH – PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) berkolaborasi bersama Puskesmas Lemo dan Pemerintah Desa Lemo II, berupaya membantu warga terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, Selasa, 15 September 2026.
Kegiatan berlokasi di sekitar area Masjid Raudhatul Iman Desa Lemo II, yang juga berada dekat dengan pasar sebagai area ramai aktivitas masyarakat.
Department Head CSR PT SMM, Abdul Syukur, menyampaikan bahwa kepedulian perusahaan terhadap bencana karhutla tidak hanya diwujudkan melalui dukungan dalam penanganan dan pemadaman titik api, tetapi juga melalui upaya mengurangi dampak kesehatan yang dirasakan masyarakat.
“Perusahaan sangat peduli terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan. Dukungan yang diberikan tidak hanya dalam membantu penanganan titik api, tetapi juga terhadap dampak kesehatan masyarakat, termasuk meningkatnya keluhan gangguan pernapasan dan ISPA,” terangnya.
Oleh karena itu, Abdul Syukur mengatakan, kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan satu hari, tetapi akan terus dilanjutkan selama kondisi kabut asap masih terjadi, sehingga permasalahan kesehatan masyarakat dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.
Di samping itu, Abdul syukur juga menyebut, kolaborasi antara PT SMM, Puskesmas Lemo, dan Pemerintah Desa Lemo II menjadi salah satu bentuk sinergi antara perusahaan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah desa dalam menghadapi dampak karhutla secara lebih menyeluruh.
“Ini bentuk komitmen untuk terus hadir dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam merespons berbagai permasalahan sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat asap sekarang,” jelas Abdul Syukur.
Berdasarkan rekapitulasi dari Puskesmas Lemo, sebanyak 82 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis. Pelayanan diberikan kepada berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.
Selain pemeriksaan oleh dokter dan pemberian obat-obatan, masyarakat yang berdasarkan hasil pemeriksaan menunjukkan gejala gangguan pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga mendapatkan penanganan lebih lanjut berupa terapi nebulizer dan terapi oksigen sesuai indikasi medis.
Sebagai langkah pencegahan, sebanyak 2.000 masker turut didistribusikan kepada masyarakat. Perangkat Desa Lemo II terlibat langsung dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, baik dalam proses pembagian masker maupun membantu kelancaran pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Kegiatan tak berhenti di 15 September, tetapi akan dilanjutkan hingga kondisi asap mereda. Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap tetap memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan secara cepat.
Kepala Desa Lemo II, Elly Sukaesih, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini benar-benar sangat bermanfaat karena kabut asap dapat membahayakan siapa saja.
“Pembagian masker, pemeriksaan oleh dokter, pengobatan gratis, terapi oksigen, hingga terapi nebulizer sangat dibutuhkan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia,” jelas Kepala Desa Lemo II, Elly.
Editor: Ahya Fr












