wartaborneo.com, MUARA TEWEH – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Hj. Sri Neni Trianawati, menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan Jembatan Sikan-Tumpung Laung yang melintasi Sungai Barito.
Menurutnya, proyek infrastruktur ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di Kecamatan Montallat.
Dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026), Sri Neni menyebut bahwa jembatan tersebut bukan hanya sekadar penghubung fisik antar desa, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia menilai, selama ini masyarakat di beberapa desa di Montallat menghadapi keterbatasan akses yang berdampak pada tingginya biaya logistik dan lamanya waktu tempuh.
“Kehadiran jembatan ini akan mengubah lanskap perekonomian desa. Akses yang selama ini terbatas akan terbuka, sehingga mobilitas orang dan barang menjadi lebih efisien,” ujar politisi yang akrab disapa Sri Neni ini.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pembangunan infrastruktur dan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, tanpa dukungan program ekonomi yang tepat, manfaat jembatan tidak akan dirasakan secara maksimal oleh warga.
“Kami mendorong agar OPD terkait tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik, tetapi juga menyiapkan program pendampingan bagi desa-desa yang akan terdampak positif. Misalnya, pengembangan produk unggulan desa atau akses pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Sri Neni yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Barito Utara ini memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek, termasuk memastikan spesifikasi teknis dan target waktu terpenuhi.
Jembatan Sikan-Tumpung Laung merupakan salah satu dari tiga jembatan prioritas yang ditargetkan selesai pada tahun 2028. Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui program unggulan GASPOL 11.12 menempatkan proyek ini sebagai bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
Editor: Ahya Fr












