wartaborneo.com, PANGKALAN BUN – Jelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Pertanian Kotawaringin Barat (Kobar) secara langsung menurunkan petugas ke lapangan memeriksa hewan ternak yang siap dijual sebagai hewan kurban.
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Kobar juga mengintensifkan edukasi kepada masyarakat.
Edukasi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu mengenali hewan kurban yang sehat dan layak.
Plt Kepala Dinas Pertanian Kobar, Haryo Prabowo melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Gusti M. Sofyannoor, M.Biotech, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung pelaksanaan kurban yang aman.
“Kami mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban di lapak resmi yang telah diperiksa dan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan,” katanya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, hewan kurban yang sehat umumnya menunjukkan ciri fisik seperti aktif, nafsu makan baik, mata cerah, serta tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.
Selain aspek kesehatan, masyarakat juga diminta memperhatikan syarat syariat, seperti umur hewan yang cukup dan tidak memiliki cacat fisik.
Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat 3.080 ekor hewan kurban telah diperiksa oleh petugas, yang terdiri dari sapi dan kambing.
Untuk memperkuat pengawasan, sebanyak 89 petugas diterjunkan ke ratusan titik penyembelihan guna memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman, sehat, dan sesuai prinsip ASUH.
Lebih lanjut, Distan Kobar juga mengingatkan agar masyarakat tidak teliti dalam membeli hewan kurban.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur harga murah tanpa memperhatikan kondisi kesehatan hewan,” tegasnya.
Reporter: Nurita
Editor: Ahya Fr












