Pasca Tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Ketua DPRD Kalsel Tuntut Evaluasi Total Kapal-Kapal Tua

wartaborneo.com, BANJARMASIN  – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Dr (HC) H Supian HK SH MH menyatakan rasa dukacita mendalam atas musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Ia mendesak pihak terkait segera menemukan korban yang masih hilang dan memberikan pelayanan terbaik bagi keluarga yang ditinggalkan.

Supian HK menuntut pemerintah dan instansi berwenang menegakkan standar keselamatan pelayaran secara ketat. Ia menyoroti banyaknya kapal berusia tua, bahkan hingga hampir 40 tahun, yang masih beroperasi di perairan Kalsel.

“Kami meminta pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap kondisi dan kelayakan kapal-kapal yang beroperasi,” ujar Supian HK di Banjarmasin, Rabu (16/9/2026).

Ia mempertanyakan kelayakan kapal-kapal tua tersebut dalam memenuhi standar keselamatan. Supian HK menekankan agar pemerintah tidak hanya menjadikan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai aturan di atas kertas, melainkan benar-benar menerapkan dan mengawasinya di lapangan.

“Setiap kapal yang beroperasi harus diperiksa kembali kelayakannya, termasuk kondisi fisik, kapasitas penumpang, serta fasilitas keselamatan seperti perahu sekoci dan pelampung,” tegasnya.

Politisi senior itu mengingatkan agar aspek kelayakan kapal tidak terabaikan demi mengejar jumlah penumpang sesuai kapasitas tempat duduk. Ia menempatkan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Selain pencegahan, Supian HK juga mendorong percepatan penanganan pasca-musibah. Ia meminta rumah sakit memberikan pelayanan maksimal bagi korban selamat yang menjalani perawatan. Untuk aspek administrasi, ia mendesak proses klaim asuransi dipercepat guna meringankan beban ekonomi keluarga korban, baik bagi yang selamat maupun ahli waris korban meninggal dunia.

“Sekali lagi, kami berharap seluruh kapal yang beroperasi, bukan hanya kapal yang mengalami musibah ini, dapat dilakukan pemeriksaan dan evaluasi secara menyeluruh,” tambahnya.

Supian HK menutup pernyataannya dengan harapan agar penegakan standar keselamatan—mulai dari kapasitas, kondisi fisik kapal, hingga perlengkapan darurat—dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan. (mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *