wartaborneo.com, BANJARMASIN – Dosen Jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) melaksanakan kegiatan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) di Aula Kantor Kelurahan Mantuil, Banjarmasin, Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sanitasi dan pemanfaatan infrastruktur sanitasi secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui kolaborasi dan kemitraan dengan Tim Penggerak PKK Kelurahan Mantuil, yang turut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.
Sinergi dimulai sejak koordinasi peserta hingga penguatan partisipasi masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan TP PKK Kelurahan Mantuil diharapkan dapat memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat dalam menjaga, memanfaatkan, dan merawat fasilitas sanitasi yang telah tersedia sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh warga.
Kegiatan dihadiri warga Kelurahan Mantuil dan menghadirkan dua narasumber yang memberikan edukasi terkait sanitasi serta kesehatan lingkungan.
Narasumber kegiatan, Muhammad Septianoor dari Tim Sanitasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), menyampaikan materi mengenai pemanfaatan infrastruktur sanitasi berupa jamban sehat dan air bersih secara berkelanjutan.
Muhammad Septianoor menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan sanitasi lingkungan sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara perawatan jamban sehat, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), jenis-jenis benda yang boleh dan tidak boleh dibuang ke dalam sistem IPAL, serta tata cara perawatan tangki septik agar dapat berfungsi dengan baik dan berumur panjang.
Ia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat terhadap sanitasi yang baik masih perlu ditingkatkan. “Masyarakat Mantuil yang hadir masih ada beberapa yang belum memiliki WC sendiri, sehingga sangat penting untuk mendapatkan edukasi dan informasi terkait pentingnya sanitasi yang layak bagi kesehatan keluarga dan lingkungan,” ujarnya.
Sementara dari sisi kesehatan, Plt Kepala Puskesmas Mantuil, Venny Indriyani, AMG menjelaskan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penggunaan air bersih yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan juga berkaitan erat dengan tema kegiatan, khususnya mengenai upaya menjaga kebersihan dan perawatan jamban agar tetap berfungsi dengan baik serta mendukung kesehatan lingkungan.
Venny menyampaikan adanya 10 indikator PHBS yang perlu diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan lingkungan.
Melalui edukasi ini, warga diharapkan dapat memahami pentingnya membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam menjaga fasilitas sanitasi yang telah tersedia demi terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman.
Sementara Tim PDWA FISIP ULM yang diketuai oleh Dr.M.Nur Iman Ridwan berharap masyarakat di Mantuil dapat memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta mampu memanfaatkan fasilitas sanitasi yang tersedia secara optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan antusiasme masyarakat dalam memperoleh informasi terkait pengelolaan sanitasi yang baik.
Pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk komitmen FISIP Universitas Lambung Mangkurat dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi, pemberdayaan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.
Editor: Ahya Fr












