wartaborneo.com, PANGKALAN BUN – Budaya literasi di Pangkalan Bun terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hal itu terlihat dari antusiasme puluhan masyarakat yang menghadiri Book Tour Sebuah Novel O di Gramedia Pangkalan Bun, Sabtu, 27 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan penulis ternama Indonesia, Eka Kurniawan, sebagai narasumber dalam diskusi literasi yang diikuti pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Sejak acara dimulai, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi diskusi. Mereka tidak hanya mendengarkan pengalaman Eka Kurniawan dalam berkarya, tetapi juga aktif berdialog mengenai proses kreatif menulis, pentingnya membaca, serta peran literasi dalam membentuk cara berpikir yang kritis.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya penulis dengan para pembaca. Selain berdiskusi, peserta juga memanfaatkan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, meminta tanda tangan buku, hingga mengabadikan momen bersama penulis yang karya-karyanya telah dikenal luas, termasuk di tingkat internasional.
Salah satu mahasiswa yang ikut berdiskusi, Napisa. Ia mengaku senang dapat bertemu langsung dengan sosok penulis yang selama ini hanya dikenalnya melalui buku-buku yang telah dibacanya.
Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang berharga sekaligus memberikan motivasi untuk semakin mencintai dunia literasi.
“Saya senang sekali akhirnya bisa bertemu langsung dengan Mas Eka Kurniawan. Selama ini saya hanya mengenal beliau melalui karya-karyanya yang luar biasa. Rasanya bangga bisa berdiskusi secara langsung dengan penulis Indonesia yang bukunya sudah dikenal sampai ke tingkat internasional,” ujar Napisa.
Napisa mengatakan, menulis merupakan keterampilan yang penting dimiliki setiap orang karena melalui tulisan seseorang dapat menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, hingga meninggalkan jejak pemikiran yang bermanfaat bagi banyak orang.
“Menurut saya, menulis itu penting karena melalui tulisan kita bisa menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, bahkan meninggalkan jejak pemikiran yang bisa dibaca banyak orang. Tidak harus menjadi penulis terkenal, tetapi setiap orang sebaiknya berani menulis karena itu juga bagian dari proses belajar dan mengembangkan diri,” katanya.
Ia juga menilai geliat literasi di Pangkalan Bun mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Semakin banyak kegiatan literasi yang digelar dan tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa budaya membaca dan menulis terus tumbuh.
“Kalau dilingkungan saya, saya melihat sudah banyak komunitas literasi di Pangkalan Bun, komunitas membaca juga mulai aktif, dan masyarakat terutama pelajar serta mahasiswa sudah lebih antusias datang ke acara-acara seperti ini. Semoga ke depan semakin banyak ruang literasi yang dihadirkan agar budaya membaca dan menulis terus berkembang,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Book Tour Gramedia Pangkalan Bun kembali menghadirkan ruang literasi yang mempertemukan penulis dengan para pembacanya.
Kehadiran berbagai kalangan dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa minat masyarakat terhadap buku, diskusi, dan budaya literasi terus berkembang, sekaligus menjadi harapan lahirnya lebih banyak generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan berkarya melalui tulisan.(NURITA)












