wartaborneo.com, HARAGANDANG – Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Barito Hulu Unit V, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, memberikan pelatihan mengenai budidaya lebah madu kelulut kepada warga Desa Haragandang, Sabtu, 6 Juni 2026.
Menggandeng kerjasama dengan perusahaan Medco Energi Bangkanai Limited (Ltd), pelatihan ini diberikan karena prospek lebah madu kelulut bagus untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Penyuluh Kehutanan, Devid Arnaz, S.Hut, M.P dalam pelatihan tersebut menyampaikan, prospek budidaya lebah madu kelulut menjanjikan untuk menambah pendapatan masyarakat.
Apalagi dikatakan Devid Arnaz, lebah kelulut memiliki banyak khasiat yang berguna sebagai kesehatan dan lainnya. Terlebih, madu dari lebah kelulut memiliki banyak peminat karena khasiatnya tadi.
“Kita tahu kalau khasiat dari madu lebah hutan itu bagus dan banyak. Kelulut ini pun hampir sama. Tetapi, khasiat dari lebah kelulut ini juga sangat banyak dan memang diminati banyak orang,” ungkap Devid kepada warga yang antusias menghadiri pelatihan ini.
Lebih lanjut, dijelaskan Devid Arnaz, budidaya lebah madu kelulut ini merupakan hasil hutan bukan kayu (HHBK), melalui pelatihan ini diharapakan masyarakat terdorong meningkatkan penghasilan bukan hanya di sektor kebun maupun pertanian saja.

Tidak hanya memberikan ilmu budidaya, Devid Arnaz juga menyampaikan pengembangan usaha produk turunan kelulut sehingga nantinya masyarakat terbuka untuk mengembangkan produk dari lebah madu kelulut.
Di samping itu, KPHP Barito Hulu Unit V turut secara langsung menyerahkan stup atau sarang lebah kelulut kepada warga Desa Haragandang sebanyak 20 buah dan warga Desa Karendan sebanyak 20 buah.
Stup yang diserahkan di dua desa ini merupakan bantuan langsung Medco Energi Bangkanai Ltd sebagai pengembangan usaha warga dalam upaya meningkatkan ekonomi.
Dia Safitri warga Desa Haragandang mengungkapkan, melalui pemberian stup (sarang lebah) dan pelatihan yang diberikan KPHP Barito Hulu Unit V, kini warga tidak sulit lagi mencari madunya ke hutan.

“Biasanya kalau kami perlu madu kelulut harus ke hutan dulu mencarinya, mesti harus naik ke atas pohon yang ada di dalam hutan. Kini karena sudah diberikan sarangnya dan dibudidayakan, kami sudah tidak kesulitan lagi,” ujarnya.
Dia Safitri menyambut baik dengan dihadirkannya budidaya lebah madu kelulut ini. Karena warga sangat terbantu.
“Biasanya mencari madu ini jauh dan musiman, dengan adanya budidaya yang dihadirkan KPHP sangat memudahkan masyarakat Haragandang. Terimakasih,” ucap Dia Safitri.
Sementara, Kepala Desa Haragandang, Herdana, turut menyambut baik pelatihan ini dan berterimakasih kepada Medco Energi Bangkanai Limited bersama KPHP Barito Hulu V yang sudah berkenan memberikan pelatihan kepada warga.
“Sebelumnya banyak warga yang belum tahu ilmu membudidayakan lebah kelulut. Akhirnya dengan diberikannya elatihan dan bantuan sarang lebahnya itu sendiri, akhirnya sarga sudah bisa, paham,” kata Kades Haragandang, Herdana.
Ia pun berharap program seperti ini dapat berlanjut dan berkesinambungan. Selain itu, dari bantuan stup lebah kelulut ini dapat sukses berhasil, menghasilkan banyak madu.
“Ke depan harapannya Medco juga bisa membantu mengenai pemasarannya. Dan untuk Kelompok Tani Hutan yang mengelola bidang kelulut, saya berpesan dapat menjaga, serta mendengarkan arahan yang sudah diberikan, sehingga ini bermanfaat dan menghasilkan. Jangan sampai ada miskomunikasi artinya bersama mengelola agar bermanfaat untuk kita semua,” pungkas Kades Haragandang.
Editor: Ahya Fr












